Postingan

Gerobak Jakarta

Jakarta malam hari, Sekitar jam 10 malam lebih, Suasana masih ramai, lalu lalang mengisi jalan, memang tak seramai tadi siang. Aku baru saja pulang dari Asia One, nemanin teman yg akan di jemput Travel untuk k kampung halaman Aku teringat, tadi di perjalanan pulang Aku naik Gojek menuju rusun, Kerlap kerlip kota jakarta melau membius ku, maklum baru 2 bulan aku d jakarta, jadi pemandangan gedung-gedung tinggi masih sedikit aneh di pundakku. Taman Honda, taman yang aku lewati sebelum sampai Rusun, ada pemandangan aneh di pinggir taman yang banyak di tumbuhi pepohonan besar, maklum taman ini taman favorit masyarakat Sekitar Tebet untuk mengisi kembali Oksigen setelah hampir seminggu otak di pakai untuk bekerja. Pemandangan aneh itu, ada gerobak sampah, ya Gerobak sampah, di pinggir gerobak sampah ada orang yang tidur berdua, nampaknya suami istri, di dalam gerobaknya terlihat kaki munyil yg sedang tertidur pulas Kadang saya Berfikir masih ada orang yang mengais Rizki seperti keluarga itu...

Jadilah Kambing Ungu

Gambar
Gambar Hanya Pemanis Inpirasi ini saya gali dari salah satu buku, entah lupa lagi nama bukunya apa, dulu saya pinjem ke teman kostan dan membantu sekali untuk mencharger semangat ketika lelah pikiran. Apa yang anda lihat? Pada gambar ini? “ gambar ini segerombolan kambing putih namun ada satu kambing warna ungu” Setelah saya mengamati beberapa saat, kambing ungu lah yang mencolok, benar2 tampak dan langsung terlihat Yess, pasti melihat kambing ungu di antara kambing putih... Bila kita mau berjualan apapun itu, kita harus menjadi kambing ungu, kenapa? Nanya lagi.. hahaha BIAR BISA DILIHAT , di pandang, lebih ekslusif, cara gimana supaya kita menjadi bola ungu ? Gampang, ada rumusnya, rumusnya hanya dua, “ DITAMBAH ” atau “ DIKURANG ” Simple kan.. Misalnya kamu mau dagang Baso, jadilah pedagang baso yang seperti kambing ungu tadi, misalnya “DITAMBAH”, beli baso disini Gratis Kerupuk sepuasnya... coba kamu sebagai pembeli melihat ada   10 tukang baso, trus ada s...

Setitik Cahaya

Dibuka lah mata serontak " wah gelap " tak ada setitik cahaya pun di sekililing Praja, kamar yg cukup luas terlihat hitam pekat, dinding kamar penuh coretan "pilox" dan lukisan cukup besar di depan kasur pun Raib di telan gelap, " ada apa? " ...praja baru sadar, ini hanya mati lampu. Mati Lampu yg hampir 4,5 tahun tak pernah praja rasakan lagi semenjak ia mulai kuliah di kota. Tak lama kemudian lampu seluruh desa kembali menyala, akhirnya seisis kamar bisa kembali praja lihat, namun rasa takut praja tak kunjung hilang, praja membayangkan kegelapan yg tadi baru dia rasakan. Praja hanya beristigfar dalam hati, dan tiba-tiba pikiran praja di bawa ke " bagaimana kalau di Kuburan nanti? " Hanya mati lampu saja sudah takut bukan main.  Praja pun mencoba untuk memejamkan matanya dan merasakan gelap kembali, tak ada kata yg keluar dari mulut dia, hanya ketakutan yg muncul di benaknya dan praja teringat semua makhluk hidup PASTI MATI .  Kita ...

Semuanya Adalah Pilihan (Tulisan ketika Skripsi Dulu)

Ini bukan Masalah Idealis atau bukan, ini masalah kejujuran yang di ajarkan Tuhan, Tuhan maha melihat, 2 malikat selalu di dekat kita untuk mencatat, mau Jujur atau tidak itu masalah masing-masing. Pernah suatu saat ngobrol dengan salah satu ketua bidang di BPN Jabar, beliau sangat baik, dan satu ucapnya sebelum keluar dari ruangan kerja beliau " dari bukan siapa2 bisa kaya gini karna Jujur, kuncinya satu JUJUR " prinsip yang sama. Saya takut, menempuh sesuatu dengan kebohongan baik bohong sedikit atau banyak, nanti hasil yang didapat bukan ladang pahala malah ladang dosa. Sebut saja skripsi yang lagi di tempuh sekarang, apakah mau di masukan hal-hal yang kurang baik atau hal yang baik, itu Pilihan, mau hanya sekedar gelar di belakang nama yang kotor atau gelar di belakang nama yang bersih itu juga Pilihan. Hidup Pilihan, baik atau buruk, jujur atau bohong, solusi atau alasan, pahala atau dosa, bahkan untuk masuk Surga dan Neraka sebenarnya itu juga Pilihan.

Pesan Bapak Aliyuddin

Gambar
Semester 3 Kuliah , dimana waktu kuliah sudah mulai dinikmati, dimana adaptasi sudah mulai dijalani, waktu itu kontrakan kita kedatangngan orang tua Aliyuddin dari Subang, Aliyuddin adalah salah satu penghuni kontrakan, Kalau gak salah waktu itu kedua orang tuanya, adiknya yang masih balita, nenenya dan pamannya yang ikut berkunjung ke kontrakan kami. Kami pun larut dengan obrolan hangat dan waktu itu di temani dengan banyak makanan yang di bawa keluarganya, ngobrol apa ada yang dikepala. “kalau ali tidak kunjung bangun, tolong siram aja pakai air” ucap bapaknya  ke saya dan encep dengan muka setengah serius, kami pun hanya ketawa, “asik mudah-mudahan si Ali besok bangunnya telat, ke ku urng di banjur ku cai hihihi” cuman lamunan tak ada tindak lanjut, setelah itu ali bangun terlambatpun saya dan encep gak sempet kepikiran banjur dia pake air, malah kita jadi lupa Sebelum pulang, bapaknya ali nitip pesan, pesan yang masih tersimpan rapih dalam benak samapi sekarang...

Perjalanan Skripsi

Gambar
Senang haru menyelimuti para mantan Mahasiswa ini, mungkin karena pertempuran melawan ego sendiri ketika skripsi telah berhasil. Yah skripsi memang monster tak terlihat namun terpangpang jelas dalam pikiran, namun sebagian orang menganggap skripsi adalah hanya tembok yang mudah di hancurkan. Aku pun mengalaminya, semakin dalam melupakan semakin jelas tergambar jelas, kadang aku pura-pura amesia dan masuk kedalam zona aman tanpa skripsi, tpi itu salah! zona aman yang aku kira aman ternyata zona yang denger, wow.. setelah mencoba menikmati zona aman dan hanya melihat teman-teman yang lain bertempur melawan monsternya masing-masing (Baca skripsinya), lama-lama monsternya kalah dan mulai berguguran, mereka sudah mulai melangkah keluar dari zona skripsi. Zona aman aku tiba-tiba rapuh dan mulai hancur, semakin banyak teman-teman yang berhasil mengalahkan monsternya aku semakin terpojok di zona aman tadi. Apa yang harus aku perbuat? Apakah beradaptasi di zona nyaman ku lagi yang s...

Tihang Dua dan Kartun

Gambar
Hari ini hari minggu, dimana hari favorit untuk anak-anak seusia ku, terbangun di pagi hari dengan udara yang dingin merupakan awal dimana jam-jam favorit akan dimulai. Bahkan sehari sebelumnya sudah tak sabar menanti hari ini tiba Rutinitas di desa ku adalah lari pagi ke “ Tihang Dua ” ,tihang dua adalah saah satu tempat yang cukup tinggi di desa kami jadi cocok untuk melatih fisik sehingga jadi tempat favorit untuk jogging  dengan tanjakan cukup curam dan kurang lebih 4-5 km dari anak sampai usia lanjut menghiasi pinggir jalan raya untuk sekedar jogging menuju sana. Sebelum mentari bangun aku dan teman ku Robi sudah lebih dulu siap-siap menuju tihang dua, sepatu, celana, baju sudah sudah menempel di badan kami. Aku kenal robi sebelum masuk Sekolah Dasar, rambut ikal dan tahi lalat di bawah hidungnya merupakan simpol pada dirinya. Kami berjalan menelusuri rumah-rumah warga yang sudah mulai ada aktivitasnya, mulai suara mengaji, suara di dapur dll, akhirnya kita sampai d...