Perjalanan Skripsi
Senang haru menyelimuti para mantan Mahasiswa ini, mungkin
karena pertempuran melawan ego sendiri ketika skripsi telah berhasil.
Yah skripsi memang monster tak terlihat namun terpangpang
jelas dalam pikiran, namun sebagian orang menganggap skripsi adalah hanya
tembok yang mudah di hancurkan.
Aku pun mengalaminya, semakin dalam melupakan semakin jelas
tergambar jelas, kadang aku pura-pura amesia dan masuk kedalam zona aman tanpa
skripsi, tpi itu salah! zona aman yang aku kira aman ternyata zona yang denger,
wow.. setelah mencoba menikmati zona aman dan hanya melihat
teman-teman yang lain bertempur melawan monsternya masing-masing (Baca skripsinya), lama-lama
monsternya kalah dan mulai berguguran, mereka sudah mulai melangkah keluar dari
zona skripsi.
Zona aman aku tiba-tiba rapuh dan mulai hancur, semakin
banyak teman-teman yang berhasil mengalahkan monsternya aku semakin terpojok di
zona aman tadi. Apa yang harus aku perbuat? Apakah beradaptasi di zona nyaman
ku lagi yang semakin hancur, atau keluar dari zona nyaman dan melawan monsterku
sendiri?.
Sebelum keluar dari zona nyamana, aku dihadapkan dengan
pintu gerbang untuk bisa masuk melawan monster ku, Pintu gerbang itu bernama
“Seminar Proposal” dimana aku diuji apakah sudah siap untuk melawan mosnterku
atau harus menyusun lagi strategi ku. Sebelum masuk pintu gerbang benar2 di
uji. Banyak di antara kita yang penuh bahagia karena berhasil melewati pintu gerbang
utama namun ada juga yang merasa was-was
karena pertempuran sebenarnya akan di mulai.
akhirnya aku menetapkan target Skripsi ku, setelah menetapkan target harus beres kapan, Ahamdulillah beres juga, kurang lebih 3-4 bulan mengerjakan skripsi dan Akhrinya beres juga.
tapi setelah Lulus, ternyata Monster yang lebih besar akan segera muncul,,,, yaitu kehidupan nyata, bagaimana kita bertahan hidup, bagaimana kita mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk Kehidupan setelah ini



Komentar
Posting Komentar