Setitik Cahaya

Dibuka lah mata serontak "wah gelap" tak ada setitik cahaya pun di sekililing Praja, kamar yg cukup luas terlihat hitam pekat, dinding kamar penuh coretan "pilox" dan lukisan cukup besar di depan kasur pun Raib di telan gelap, "ada apa?" ...praja baru sadar, ini hanya mati lampu.

Mati Lampu yg hampir 4,5 tahun tak pernah praja rasakan lagi semenjak ia mulai kuliah di kota. Tak lama kemudian lampu seluruh desa kembali menyala, akhirnya seisis kamar bisa kembali praja lihat, namun rasa takut praja tak kunjung hilang, praja membayangkan kegelapan yg tadi baru dia rasakan. Praja hanya beristigfar dalam hati, dan tiba-tiba pikiran praja di bawa ke "bagaimana kalau di Kuburan nanti?" Hanya mati lampu saja sudah takut bukan main. 

Praja pun mencoba untuk memejamkan matanya dan merasakan gelap kembali, tak ada kata yg keluar dari mulut dia, hanya ketakutan yg muncul di benaknya dan praja teringat semua makhluk hidup PASTI MATI

Kita semua sekarang hanya lagi menunggu antrean di jemput kematian, entah kematian yg menyenangkan penuh cahaya di alam kuburan atau kematian yg penuh Penyesalan dan kegelapan karna di dunia tak patuh padaNya. Kita tinggal memilih mau kematian apa yg akan kita pilih?
-----------------------------------
"Sesuatu yang di sebut dengan kesadaran yang sia-sia adalah ketika kematian Datang"_Ust Yusuf Mansur (buku Kado Ingat Mati)
------------------------------------
Seperti ini kah dikuburan Kelak? Tak ada yg bisa menolong selain Amal bukan?,mungkin setitik cahaya ini amal kita di dunia,.
cuma sekedar mengingatkan, kita akan mati, Right? Besok, lusa, atau selelah baca ini matinya tak ada yg tahu, yg Jelas kita lagi Antre Untuk di jemput kematian. selagi belum di jemput dan menyesal di Negeri Akherat nanti, simple aja Jauhi laranganNya dan Kerjakan PerintaNya.
------------------------
"......Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku kedunia agar aku dapat berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan....." (Qs Al-Mu'minĂ¹n [23] :99-100).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Skripsi

Semuanya Adalah Pilihan (Tulisan ketika Skripsi Dulu)