Pesan Bapak Aliyuddin
Semester 3 Kuliah, dimana waktu kuliah sudah mulai dinikmati,
dimana adaptasi sudah mulai dijalani, waktu itu kontrakan kita kedatangngan
orang tua Aliyuddin dari Subang, Aliyuddin adalah salah satu penghuni kontrakan,
Kalau gak salah waktu itu kedua orang tuanya, adiknya yang masih balita, nenenya dan pamannya
yang ikut berkunjung ke kontrakan kami.
Kami pun larut dengan obrolan hangat dan waktu itu di temani dengan banyak makanan yang di bawa keluarganya, ngobrol apa ada yang dikepala.
“kalau ali tidak kunjung bangun, tolong siram aja pakai air” ucap bapaknya ke saya dan encep dengan muka setengah serius, kami pun hanya ketawa, “asik mudah-mudahan si Ali besok bangunnya telat, ke ku urng di banjur ku cai hihihi” cuman lamunan tak ada tindak lanjut, setelah itu ali bangun terlambatpun saya dan encep gak sempet kepikiran banjur dia pake air, malah kita jadi lupa
Sebelum pulang, bapaknya ali nitip pesan, pesan yang masih
tersimpan rapih dalam benak samapi sekarang
“Lamun usaha teu di barengan ku Doa, eta namina SOMBONG, lamun Doa Teu di barengan Usaha eta namina KOSONG”. Sejenak saya berfikir benar juga, doa dan usaha sesuatu yang tidak bisa di pisahkan, tak lama lepas itu Keluarga ali pun pulang dan memberikan makanan yang cukup banyak buat kita. kami sebagai penghuni kostan terasa terpenuhi kadar Gizinya dengan makanan yang cukup tumpah ruah di Kontrakan kami
“Lamun usaha teu di barengan ku Doa, eta namina SOMBONG, lamun Doa Teu di barengan Usaha eta namina KOSONG”. Sejenak saya berfikir benar juga, doa dan usaha sesuatu yang tidak bisa di pisahkan, tak lama lepas itu Keluarga ali pun pulang dan memberikan makanan yang cukup banyak buat kita. kami sebagai penghuni kostan terasa terpenuhi kadar Gizinya dengan makanan yang cukup tumpah ruah di Kontrakan kami
![]() |
| Encep, Ali, dan Husni (Waktu Sidang Ali) |
![]() |
| Husni, Ali dan Encep (Wisuda Husni dan Encep, Alinya sudah diwisuda kemarin) |


Komentar
Posting Komentar