Gerobak Jakarta
Jakarta malam hari, Sekitar jam 10 malam lebih,
Suasana masih ramai, lalu lalang mengisi jalan, memang tak seramai tadi siang.
Aku baru saja pulang dari Asia One, nemanin teman yg akan di jemput Travel untuk k kampung halaman
Aku teringat, tadi di perjalanan pulang
Aku naik Gojek menuju rusun,
Kerlap kerlip kota jakarta melau membius ku, maklum baru 2 bulan aku d jakarta, jadi pemandangan gedung-gedung tinggi masih sedikit aneh di pundakku.
Taman Honda, taman yang aku lewati sebelum sampai Rusun, ada pemandangan aneh di pinggir taman yang banyak di tumbuhi pepohonan besar, maklum taman ini taman favorit masyarakat Sekitar Tebet untuk mengisi kembali Oksigen setelah hampir seminggu otak di pakai untuk bekerja. Pemandangan aneh itu, ada gerobak sampah, ya Gerobak sampah, di pinggir gerobak sampah ada orang yang tidur berdua, nampaknya suami istri, di dalam gerobaknya terlihat kaki munyil yg sedang tertidur pulas
Kadang saya Berfikir masih ada orang yang mengais Rizki seperti keluarga itu, mengumpulkan Ronsokan demi Rongsokan yang akan di Tukar dengan Sebungkus Nasi.
Terkadang kita perlu bersyukur untuk semua yang di Kasih Allah, melihat pemandangan itu ada satu Sikap lagi yang perlu di kedepankan, kita harus berhasil menjadi orang, agar bisa membatu orang-orang seperti itu, menaikan level mereka.
Komentar
Posting Komentar